Jumat, 03 April 2015

Hanya ingin berteman atau mulai suka



Hanya ingin berteman atau mulai suka ?!?


Seringkali suasana hati membingungkan diri ini, pikiran menjadi sangat kacau, tidak mampu berkonsentrasi, tingkat sensitif semakin meningkat, dan selalu mencoba untuk mencari tau keadaannya. Banyak kekacauan terjadi saat itu terjadi, yang bahkan tidak bisa dimengerti. Merasa menyenangkan bisa berbincang dengannya, bisa saling smsan dengannya, berbagi cerita, dan dekat dengannya. Jadi apakah ini cinta atau hanya ingin berteman dengannya ?!


Disiang hari yang panas, aku mengayuh sepeda pergi kesekolah untuk menimbah ilmu sekalian liat cewek disekolah . . . bukan karena aku mata keranjang tapi karena aku normal, hari itu merupakan hari pertama kami masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas, sekarang aku kelas 2 SMK, pasti bakal banyak pelajaran yang susah. Sekolah di kelas 1 dan 2 tidak terlalu berbeda, hanya beda neraka tingkat 1 dan neraka tingkat 2. Kalau pelajaran sudah dimulai pada akhirnya rasa bosan akan muncul tapi karena itu hari kedua jadi kami masih tidak terlalu banyak mata pelajaran yang muncul.


Dihari itu posisi duduk akhirnya ditentukan oleh wali kelas, aku yang waktu itu duduk di depan baris kedua dari kanan akhirnya dipindahkan ke baris kedua dari kiri, karena aku sering ngobrol dan bercanda dengan teman sebangku. Setelah dipindahkan aku duduk dengan Elisa, itu namanya. Bukan orang yang menarik menurutku saat itu, karena memang tidak cantik. Dia itu hanya mancung itu saja. Dibelakangku ada 2 cewek lagi namanya Evi dan Veny. Keduanya cantik meskipun veny lebih cantik dan mungkin dia yang tercantik dikelas. Ya Ha, setiap hari liat cewek cantik ini dikelas kurang apalagi hidup gue. Hahaha...




Sekolah seperti biasa, banyak percakapan yang terjadi dikelas. Semua teman bercanda tawa dalam kelas, aku semakin sering bercerita dengan Elisa. Entah mengapa sangat menyenangkan waktu itu, aku mulai akrab dengannya. Teman yang menarik menurut ku, kemudian aku bingung apakah aku menyukainya atau hanya suka berteman dengannya. Saat itu dia tidak masuk jadi ku sms dia menanyakan kabarnya, dia bolos itu yang aku tau darinya. Aku mulai sok perhatian dengannya, saat itu aku belum tau apa2, jadi kukira mungkin aku menyukainya. Aku jadi sering memikirkannya, meskipun aku bingung. Saat pertama kali dikelas 1 bahkan hanya Rika yang menarik perhatian ku, karena dia cukup manis. Tapi, untuk Elisa aku bahkan tidak ada rasa apapun saat melihatnya. Tapi, yah itulah waktu, semakin saling bercanda dan bercerita semakin mengubah sudut pandangku terhadap dia. Mungkin mulai menyukainya atau apa sehingga aku menjadi sering sok perhatian, bahkan waktu itu saat pengumuman juara mid semester aku juara 13 dan dia 37, ku bilang ke dia untuk belajar yang giat karena dia juara 37, btw gue juara 13. Mungkin itu ungkapan yang sombong sehingga membuatku terlihat terlalu percaya diri.


Entah karena sifat ku dia mulai cuek dan menjauh. Akhirnya kami menjadi jarang bicara dan duduk pun sudah pindah tempat, saat itu aku masih tetap duduk di tempat, dia memilih menjauh. Dia pernah tulis di media sosial bahwa dia akan pindah sekolah ke jawa dan gak akan dipontianak lagi, jadi aku koment kalau lebih baik disini, pontianak kan enak. Tapi, dia tiba tiba marah. Aku tidak mengerti apakah aku yang kurang peka. Bahkan dia blok gw di media sosial, kami pun sampai sekarang sudah tidak berkomunikasi lagi sampai sekarang. Jika bisa bertemu dengannya mungkin aku akan bilang bahwa dulu pas sekolah, aku tidak menyukainya, yah meskipun aku pernah nembak dia, tapi aku sepertinya memang tidak pernah menyukainya, rasa itu hanyalah sebatas ingin berteman. Aku yang salah mengerti, setelah ku pikirkan sekarang aku tidak benar benar menyukainya, sekarang aku sudah mulai mengerti terhadap semua gejolak perasaan, bahwa rasa itu hanya ingin berteman. 



Aku dekat juga dengan Evi dan bahkan sering smsan karena dia tidak sombong. Saat aku dekat dengan Elisa aku juga dekat dengan Evi ditengah semester. Kami sering smsan dan ngobrol bertiga antara aku, Veny dan Evi. Lagi lagi dulu aku salah mengertikan, kukira setelah elisa aku bahkan menyukai Evi, perasaan senang saat smsan dengannya, selalu memikirkannya, dan selalu mencuri perhatiannya. Tapi, sepertinya perasaan ini juga kumiliki untuk Elisa, apakah ini rasa suka sesaat, karena cinta tidak mungkin hadir pada dua orang gadis sekaligus. Aku akhirnya menjauh dari Elisa dan sering smsan dengan Evi, yeah lagi lagi aku mulai merasa bahwa dunia ku teralihkan. Aku nembak dia sekali dan ditolak karena belum bisa melupakan pacarnya yang kecelakaan, ku bilang aku menyukainya lagi tapi kutambahkan bahwa aku tidak mungkin disukai karena bukan orang kaya, aku mulai berpikir untuk menjauh. Aku nembak dia untuk ketiga kali dan diberi alasan yang sama, aku pernah berkomen tentang pacarnya yang kecelakaan dan meninggal itu. Kubilang agar dia harus melupakannya dan jangan berkutat pada masa lalu, aku bahkan bilang bahwa itu hanya masa lalu yang kelam. Dia marah dan bilang jangan sok tau tentang pacarnya, aku hanay bisa diam. Aku mencoba menjauh bukan karena membenci tapi aku canggung.


Berselang setelah beberapa lama kamipun lulus, aku dan temanku pergi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saat itu dia dan pacar temanku mengantar kami pergi ke bandara. Dia meneteskan air mata, aku tidak tau itu untuk siapa atau karena apa. Mungkin saja itu ketularan karena melihat Okta mantan pacar temanku nangis. Sebelum pergi, Saat itu aku memandangnya, karena mungkin itu yang terakhir kalinya.



Dia juga akan pergi ke Jakarta untuk bekerja. Saat di Yogyakarta berselang beberapa waktu, aku mulai merenung dan berpikir. Apakah itu suatu perasaan suka atau hanya ingin berteman. Akhirnya saat kupikirkan jika dia menjadi pacarku, mungkin aku tidak akan sebahagia saat aku berteman dengannya, hal yang sama juga berlaku untuk Elisa. Aku akhirnya sadar bahwa perasaan itu “ hanya ingin berteman “ bukan rasa suka atau ingin dia menjadi pacarku “. Hari2 sebelum aku pergi ke Yogyakarta dan bahkan disekolah aku sering tidak menghiraukannya dan bahkan menjauh dari dia. Bukan memusuhinya tapi hanya sekedar menjauh untuk menjaga image, hoho.


Aku menghubunginya lewat Media Sosial, kubilang bahwa maaf, dulu aku bodoh kukira aku menyukai mu, kemudian aku menjauhi mu juga bkan karena aku membenci mu. Aku hanya ingin bilang maaf, ku harap kita bisa menjadi teman yang saling berbagi cerita seperti dulu, aku tidak ingin menjadi pacar mu dan aku juga tidak menyukaimu tapi, itu hanya perasaan ingin berteman. Maaf, Evi. Bukan mawar kuberikan tapi melati kuning lah yang kuberikan sebagai pertanda aku ingin berteman.





Sekarang Elisa sudah memiliki kehidupannya dan cerita hidupnya sendiri. Evi sekarang juga sudah punya pasangan, dia akhirnya Move On. Aku senang saat meihat dia sudah punya pacar dan berhasil bangkit dari masa lalu kelamnya. 





Dan untuk kalian para pembaca, ku beritau satu hal bahwa jangan terlalu cepat untuk mengatakan itu adalah Rasa suka atau cinta, karena belum tentu saat kalian berpacaran dengannya bisa sebahagia kalian berteman dengannya, so jangan sia siakan teman mu yah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar