Hanya ingin berteman atau mulai
suka ?!?
Seringkali suasana hati membingungkan diri ini, pikiran
menjadi sangat kacau, tidak mampu berkonsentrasi, tingkat sensitif semakin
meningkat, dan selalu mencoba untuk mencari tau keadaannya. Banyak kekacauan terjadi
saat itu terjadi, yang bahkan tidak bisa dimengerti. Merasa menyenangkan bisa
berbincang dengannya, bisa saling smsan dengannya, berbagi cerita, dan dekat
dengannya. Jadi apakah ini cinta atau hanya ingin berteman dengannya ?!
Disiang
hari yang panas, aku mengayuh sepeda pergi kesekolah untuk menimbah ilmu
sekalian liat cewek disekolah . . . bukan karena aku mata keranjang tapi karena
aku normal, hari itu merupakan hari pertama kami masuk sekolah setelah libur
kenaikan kelas, sekarang aku kelas 2 SMK, pasti bakal banyak pelajaran yang
susah. Sekolah di kelas 1 dan 2 tidak terlalu berbeda, hanya beda neraka
tingkat 1 dan neraka tingkat 2. Kalau pelajaran sudah dimulai pada akhirnya
rasa bosan akan muncul tapi karena itu hari kedua jadi kami masih tidak terlalu
banyak mata pelajaran yang muncul.
Dihari
itu posisi duduk akhirnya ditentukan oleh wali kelas, aku yang waktu itu duduk
di depan baris kedua dari kanan akhirnya dipindahkan ke baris kedua dari kiri,
karena aku sering ngobrol dan bercanda dengan teman sebangku. Setelah
dipindahkan aku duduk dengan Elisa, itu namanya. Bukan orang yang menarik
menurutku saat itu, karena memang tidak cantik. Dia itu hanya mancung itu saja.
Dibelakangku ada 2 cewek lagi namanya Evi dan Veny. Keduanya cantik meskipun veny
lebih cantik dan mungkin dia yang tercantik dikelas. Ya Ha, setiap hari liat
cewek cantik ini dikelas kurang apalagi hidup gue. Hahaha...
Sekolah
seperti biasa, banyak percakapan yang terjadi dikelas. Semua teman bercanda
tawa dalam kelas, aku semakin sering bercerita dengan Elisa. Entah mengapa
sangat menyenangkan waktu itu, aku mulai akrab dengannya. Teman yang menarik
menurut ku, kemudian aku bingung apakah aku menyukainya atau hanya suka
berteman dengannya. Saat itu dia tidak masuk jadi ku sms dia menanyakan
kabarnya, dia bolos itu yang aku tau darinya. Aku mulai sok perhatian
dengannya, saat itu aku belum tau apa2, jadi kukira mungkin aku menyukainya.
Aku jadi sering memikirkannya, meskipun aku bingung. Saat pertama kali dikelas
1 bahkan hanya Rika yang menarik perhatian ku, karena dia cukup manis. Tapi,
untuk Elisa aku bahkan tidak ada rasa apapun saat melihatnya. Tapi, yah itulah
waktu, semakin saling bercanda dan bercerita semakin mengubah sudut pandangku
terhadap dia. Mungkin mulai menyukainya atau apa sehingga aku menjadi sering
sok perhatian, bahkan waktu itu saat pengumuman juara mid semester aku juara 13
dan dia 37, ku bilang ke dia untuk belajar yang giat karena dia juara 37, btw
gue juara 13. Mungkin itu ungkapan yang sombong sehingga membuatku terlihat
terlalu percaya diri.
Entah
karena sifat ku dia mulai cuek dan menjauh. Akhirnya kami menjadi jarang bicara
dan duduk pun sudah pindah tempat, saat itu aku masih tetap duduk di tempat,
dia memilih menjauh. Dia pernah tulis di media sosial bahwa dia akan pindah
sekolah ke jawa dan gak akan dipontianak lagi, jadi aku koment kalau lebih baik
disini, pontianak kan enak. Tapi, dia tiba tiba marah. Aku tidak mengerti
apakah aku yang kurang peka. Bahkan dia blok gw di media sosial, kami pun
sampai sekarang sudah tidak berkomunikasi lagi sampai sekarang. Jika bisa
bertemu dengannya mungkin aku akan bilang bahwa dulu pas sekolah, aku tidak
menyukainya, yah meskipun aku pernah nembak dia, tapi aku sepertinya memang
tidak pernah menyukainya, rasa itu hanyalah sebatas ingin berteman. Aku yang
salah mengerti, setelah ku pikirkan sekarang aku tidak benar benar menyukainya,
sekarang aku sudah mulai mengerti terhadap semua gejolak perasaan, bahwa rasa
itu hanya ingin berteman.
Aku
dekat juga dengan Evi dan bahkan sering smsan karena dia tidak sombong. Saat
aku dekat dengan Elisa aku juga dekat dengan Evi ditengah semester. Kami sering
smsan dan ngobrol bertiga antara aku, Veny dan Evi. Lagi lagi dulu aku salah
mengertikan, kukira setelah elisa aku bahkan menyukai Evi, perasaan senang saat
smsan dengannya, selalu memikirkannya, dan selalu mencuri perhatiannya. Tapi,
sepertinya perasaan ini juga kumiliki untuk Elisa, apakah ini rasa suka sesaat,
karena cinta tidak mungkin hadir pada dua orang gadis sekaligus. Aku akhirnya
menjauh dari Elisa dan sering smsan dengan Evi, yeah lagi lagi aku mulai merasa
bahwa dunia ku teralihkan. Aku nembak dia sekali dan ditolak karena belum bisa
melupakan pacarnya yang kecelakaan, ku bilang aku menyukainya lagi tapi
kutambahkan bahwa aku tidak mungkin disukai karena bukan orang kaya, aku mulai
berpikir untuk menjauh. Aku nembak dia untuk ketiga kali dan diberi alasan yang
sama, aku pernah berkomen tentang pacarnya yang kecelakaan dan meninggal itu.
Kubilang agar dia harus melupakannya dan jangan berkutat pada masa lalu, aku
bahkan bilang bahwa itu hanya masa lalu yang kelam. Dia marah dan bilang jangan
sok tau tentang pacarnya, aku hanay bisa diam. Aku mencoba menjauh bukan karena
membenci tapi aku canggung.
Berselang
setelah beberapa lama kamipun lulus, aku dan temanku pergi ke Yogyakarta untuk
kuliah. Saat itu dia dan pacar temanku mengantar kami pergi ke bandara. Dia
meneteskan air mata, aku tidak tau itu untuk siapa atau karena apa. Mungkin
saja itu ketularan karena melihat Okta mantan pacar temanku nangis. Sebelum
pergi, Saat itu aku memandangnya, karena mungkin itu yang terakhir kalinya.
Dia juga akan pergi ke Jakarta untuk bekerja.
Saat di Yogyakarta berselang beberapa waktu, aku mulai merenung dan berpikir. Apakah
itu suatu perasaan suka atau hanya ingin berteman. Akhirnya saat kupikirkan
jika dia menjadi pacarku, mungkin aku tidak akan sebahagia saat aku berteman
dengannya, hal yang sama juga berlaku untuk Elisa. Aku akhirnya sadar bahwa
perasaan itu “ hanya ingin berteman “ bukan rasa suka atau ingin dia menjadi
pacarku “. Hari2 sebelum aku pergi ke Yogyakarta dan bahkan disekolah aku
sering tidak menghiraukannya dan bahkan menjauh dari dia. Bukan memusuhinya
tapi hanya sekedar menjauh untuk menjaga image, hoho.
Aku menghubunginya
lewat Media Sosial, kubilang bahwa maaf, dulu aku bodoh kukira aku menyukai mu,
kemudian aku menjauhi mu juga bkan karena aku membenci mu. Aku hanya ingin
bilang maaf, ku harap kita bisa menjadi teman yang saling berbagi cerita
seperti dulu, aku tidak ingin menjadi pacar mu dan aku juga tidak menyukaimu
tapi, itu hanya perasaan ingin berteman. Maaf, Evi. Bukan
mawar kuberikan tapi melati kuning lah yang kuberikan sebagai pertanda aku
ingin berteman.
Sekarang
Elisa sudah memiliki kehidupannya dan cerita hidupnya sendiri. Evi sekarang
juga sudah punya pasangan, dia akhirnya Move On. Aku senang saat meihat dia
sudah punya pacar dan berhasil bangkit dari masa lalu kelamnya.
Dan untuk
kalian para pembaca, ku beritau satu hal bahwa jangan terlalu cepat untuk
mengatakan itu adalah Rasa suka atau cinta, karena belum tentu saat kalian
berpacaran dengannya bisa sebahagia kalian berteman dengannya, so jangan sia
siakan teman mu yah.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar