Beda
Negara, Beda Waktu
Part 1
Menjalani
hubungan percintaan dengan perbedaan jarak tempat tinggal yang jauh membuat
satu pasangan sulit untuk saling bertemu dengan sang belahan jiwa. LDR atau
Long Distance Relationship merupakan suatu hubungan jarak jauh bisa itu
hubungan pacaran atau kejadian bisa saja menimpa orang yang sudah menikah
karena masalah bisnis atau kerja. Tapi, yang ingin kubicarakan disini adalah
hubungn pacaran dan belum menikah pastinya. LDR itu setelah disurvey 96 % pasti
gagal atau putus ditengah jalan karena satu pihak atau pun kedua belah pihak
sudah tidak tahan dengan masalah jarak. 4 % yang berhasil dilalui dari jerih
payah dan rasa saling percaya dan pengertian yang baik sehingga membuahkan
keberhasilan, akan tetapi apakah kita semua akan berjalan semulus itu.?! Mau
selama apapun kita sudah pacaran pasti bakal ada rasa curiga dan salah paham
yang terjadi didalamnya sehingga itu sangat langka dan sedikit yang berhasil.
Oke , hubungan ini berawal dari saat pertama kali kami bertemu.
Gue
Libra pertama kali bertemu dengan Sonya adalah di Mega mall, saat itu dia
bersama dengan temannya Ellen dan Veronika. Kebetulan banget, dan kayaknya
beruntung banget bagi gue, dompetnya jatuh dan gue dibelakangnya. Saat itu gue
langsung mengambil dompet tersebut dan mengembalikannya. Saat dia melihat ku
sepasang mata indah kami bertemu satu sama lain. WOW. Amaziinnggg... dia hampir
muntah, yah mungkin karena dia lagi sakit.. hahaha, bercanda itu gak terjadi.
Dia berterima kasih pada ku dan dia menanyakan namaku dan kami berkenalan,
tukeran nomor HP dan Pin BB. Setelah pulang gue langsung bbm dia, untungnya dia
gak sombong. Hehe...
2
bulan berlalu kami mulai merasa cocok satu sama lain, ku ajak saja dia jalan ke
Sinka Zoo. Setelah itu malamnya kami pulang, sebelum pulang kami makan di Ale –
Ale Mega mall. Satu porsi Fish Fillet dan jus Alpukat itu yang ku pesan
sedangkan dia Chicken Fillet dan jus Strawberry. Soal makanan kami memang berbeda
tapi canda tawa selalu nyambung. Setiap kali bertemu diawal pasti kami sedikit
malu, biasalah Gak Ketemu Rindu, Ketemu Malu. Tapi, semakin lama kami sudah
merasa cocok. Malam itu di Ale – ale aku menyatakan perasaan dan mengatakan
Will you marry me?? Dia bingung dan kaget. Ternyata gue salah sebut. Jadi gue
bilang “ Sorry, i mind will you be my girlfriend ? “ yah itulah dengan inggris
campur batako dan semen serta ampasnya sekalian masuk, karena inggris gue gak
terlalu lancar lah. Tapi, dengan langsung dia menjawab “ Yes, you are my
boyfriend now “. Diterima sama Sonya itu kayak Terbang ke awan terus tembus ke
Luar angkasa kemudian mengelilingi dunia dan jatuh kembali ke sini, bahagia
banget. Gue hampir nangis terharu untung disitu rame yang makan.
Hari
hari kami jalani dengan bahagia tetapi banyak juga cekcok sedikit, saling
ngambekan meskipun dia lebih sering sih. Dan kalau dia sudah ngambek pasti Cuma
read pesan bbm gue aja, jadi gue harus membujuknya dengan segenap kata dan
ungkapan perasaan yang penuh makna, hingga akhirnya dia luluh juga. Hampir 7
bulan kami pacaran, kabar buruk dari dia yaitu dia harus pindah ke Australia
untuk melanjutkan kuliah sedangkan aku harus pergi ke Yogyakarta, hubungan
jarak jauh ini akhirnya harus kami jalani.
Saat
perjalanan dibandara gue ngebut secepat mungkin, dia didepan pintu bandara
melihat kerah depan seolah menunggu kedatangan seseorang. Gue langsung
memeluknya dan bilang “ jangan lupa makan, jangan lupa minum air 2 liter
sehari, jangan kerjakan tugas sampai larut malam, jangan sembarangan makan,
kalau sudah malam ingin pulang dari kampus suruh orang rumah jemput, terus
kabari aku yah, Mak Nyah (pangilan gue ke dia). Kalau sudah sampai kabari aku
ya. Kamu hati – hati disana, jangan ikut pergaulan terlalu dalam. Jaga diri
baik – baik.
Seminggu
kemudian gue berangkat ke Yogyakarta untuk kuliah juga, sebelum gue pergi ke
sana, gue gak punya gambaran apapun tentang Yogyakarta. Gue belum pernah keluar
kota sama sekali, dan gue gak punya informasi apapun tentang kota itu. Paling
banter apa yang gue denger dari agen pendidikan gue di Pontianak. Kota
Yogyakarta katanya adalah sebuah kota yang ramai dan sering disebut indonesia
kecil karena berbagai ras dan suku berada disini, disebut juga kota pendidikan
sehingga segala penjuru orang Indonesia mungkin akan hadir disini. Pertama kali
melihat kost gue, dalam pikiran ku itu adalah rumah yang dipakai untuk uji
nyali, dari luar sudah kelihatan aura yang seram dan tidak menyenangkan. Lorong
gelap dan sepi terpasang didalam kost itu. Lambaikan tangan, gak ada yang
nolong gue. “Emang ini Dunia Lain “. Jadi cerita horor ni, hahaha.. oke lanjut
ke kisah LDR nya ya.
Saat
itu kami juga mulai jarang komunikasi. Kami sudah mulai sibuk dengan tugas
kuliah masing2, terkadang dia mulai menelpon menanyakan kabar dari ku ngobrol
sebentar karena dia harus istirahat setelah pulang dari kuliah, meskipun kami
masih ingin bercerita aku juga haarus pergi kuliah. Kalian tidak akan tau
betapa sucks abis pacaran jarak jauh. Diantaranya banyak hal menyebalkan yang
menyertai pacaran jarak jauh seperti curigaan, kangen yang menusuk tulang,
saling menunggu dan yang paling menyebalkan adalah komunikasinya yang error
banget. Gue merasakan betapa emosinya dengan sinyal hp ini, menelpon ng LAG
banget. Jadi tiap kali kita ngomong, suara akan nyampe satu sama lain setelah
beberapa detik, suara barang bergesekan yang entah darimana selalu muncul,
membuat percakapan apapun menjadi gak seru banget. Rasanya kayak ngobrol ama
orang idiot yang responnya lambat banget kalau sudah kambuh sinyal errornya.
Perbedaan waktu juga membuat kami susah telponan, saat gue pulang kuliah
mungkin di Australia sudah malam banget, dan saat dia sudah bangun dan masuk
kuliah mungkin gue masih ngiler dengan bantal kesayangan dan selimut “belahan
jiwa” gue.
Gue
gak tau di Australia apakah dia ada yang lain atau mungkin dia juga berpikir
seperti itu disini, akan tetapi untuk sekarang hanya ada “saling percaya”
karena, dalam tembok yang berdiri karena adanya jarak yang bisa ita lakukan adalah
percaya pada pasangan kita seutuhnya, mengerti yang terjadi, karena gue yakin
seorang wanita akan mencintai lelaki dengan perasaan yang mendalam. Entah pikiran
ini akan bertahan seberapa lama karena mungkin seperti seorang Mario Teguh
bilang bahwa “ Cinta yang jauh akan dikalahkan oleh cinta yang dekat dan akrab”
apakah suatu saat itu akan terjadi atau tidak itu tergantug masa depan,
tergantung kami berdua dan apapun itu ku harap kalian menantikan cerita cinta
kami apakah kami bisa berjalan bersama hingga ke puncak atau mungkin kami hanya
sampai ditengah puncak dan bertemu orang lain yang akan hadir dan memisahkan
cerita kami.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar