Rabu, 19 Agustus 2015

Melihat Dunia dengan mata Mu



Memandang dunia dengan sebelah mata

Ibu ku tidak memiliki mata yang sempurna, dia hanya bisa melihat dengan satu matanya. Saat aku berumur 7 tahun ibuku mengajakku berjalan jalan di taman. Semua orang melihat ke arah ibu ku dan diriku. Aku tidak tahu kenapa, kemudian saat sekolah untuk pertama kalinya Ibu ku bekerja di kantin sekolah karena ayah ku meninggal dalam sebuah kecelakaan saat aku masih balita, itu yang diceritakan Ibu kepada ku.

Aku mulai malu dengan keadaan ibu ku dan sering menjauhinya. Waktu itu pada saat istirahat dia mengantarkan makanan untukku, setelah itu teman2 ku mengejekku. Aku marah, pada saat pulang ku bilang kepada ibuku “ Ibu ngapain ke kelas ku, teman2 ku pada ngolok2. Lain kali jangan buat orang malu, ak mau pergi jauh dari sini”. Kemudian aku mengacuhkannya dan pergi. Keesokannya teman2 ku mengejekku lagi, ingin rasanya aku menghilang. Kemudian aku bertekad keluar dari rumah dan tidak mau berhubungan dengan dia lagi. Jadi, aku belajar dengan giat dan mendapatkan beasiswa sekolah di singapore, saat itu aku berumur 19 tahun. Aku berangkat ke singapore tanpa pamit, meskipun dia sepertinya tau aku pergi ke singapore.
                               Sumber : www.2photo.ru

Beberapa tahun berlalu, aku sudah berkeluarga di sngapore dan memiliki 2 orang anak. Suatu hari dia datang ke Rumahku dan anak – anak ku kelihatan takut dengannya. Aku marah terhadapnya dan mengusirnya. Dia hanya membalas “maaf mungkin saya salah rumah”.

Setahun kemudian berlalu, datanglah undangan reuni SMA, aku hadir saat itu. Aku sempat melihat rumah yang pernah kutinggali, disitu seperti tidak ada orang yang menghuninya lagi. Tetangga disana memberiku sepucuk surat peninggalan ibu. Aku tidak sedih saat tau dia sudah meninggal. Tetapi isi suratnya membuatku hatiku hancur, air mata ku tak bisa ku tahan. Selama ini ternyata aku memandang dunia dengan sebelah mata. Isi suratnya adalah 

“ Nak, ibu sangat mencintaimu dan ibu minta maaf saat datang ke Singapore malah menakuti anak anak mu. Maafkan aku membuatmu malu didepan teman2 mu dulu.”

“ Semoga kamu mengerti, waktu balita kamu mengalami kecelakaan bersama ayahmu. Ayahmu meninggal dan kamu kehilangan satu mata waktu itu. aku tidak tega, melihat kamu memandang dunia hanya dengan sebelah mata, jadi aku memberikan mataku padamu. Aku bahagia karena anakku bisa melihat dunia dengan sempurna ”. 

  
Sumber Cerita : Line Prestigeholics

Tidak ada komentar:

Posting Komentar