Pertama ku bertemu dengan mu adalah dimall saat itu, setelahnya aku menjadi temanmu meskipun tidak terlalu dekat. Saat itu perusahaan mengirim informasi dari email dan aku tidak tau caranya untuk membuka informasi itu dan kau membantu ku di warnet depan gang ku. Aku senang mendapat teman baru dan ternyata teman itu adalah kamu. Maaf saat datang kerumah anjing ku selalu menggogongmu dengan keras mungkin dia cemburu karena ada satu sahabat lagi yang hadir disampingku.
Kita menuju Yogyakarta dan saat itu
duduk bersebelahan dipesawat pertama kali aku menaiki burung besi yang bisa
terbang diangkasa. Aku menanyakan padamu bagaimana rasanya? Kamu bilang telinga
akan sedikit tuli dan itu benar sampai dibandara Pekanbaru telingaku masih
tuli.
Kita mengikuti training sebelum ke
Yogyakarta, saat itu aku bahkan belum paham apapun. Melihatmu dapat menjawab
banyak pertanyaan yang diberikan traine aku cukup terkesan dan bangga karena
kita satu daerah. Terdapat banyak sekali orang pintar didalamnya dan aku takut
tersaingi, aku melihatmu begitu rajin mencatat log book, aku yakin suatu saat
mungkin kau akan menjadi orang besar, saat menuju Yogyakarta aku memilihmu
untuk memandu kami menaiki pesawat karena aku bingung cara chek in dan
sebagainya. Saat itu aku percaya kamu adalah orang yang cocok memimpin kami
jadi kuberikan posisi Officer kepadamu saat dibandara ku suruh kamu yang
mengarahkan.
Sampai di Yogyakarta orang dari
perusahaan memilihmu sebagai ketua PCS 4, aku cukup bangga dan tau bahwa
pilihanku benar. Hingga saat masuk ke kuliah semester 1 kulihat kamu dapat
menjelaskan apa yang dijelaskan dosen dengan baik dan kamu dapat berbicara
bahasa inggris dan mandarin dengan fasi. Kamu tau aku sangat iri padamu, dalam
hati aku ingin sekali bisa seperti mu. Aku bahkan tidak mengerti pola pikirmu
hingga dapat menyerap semua pelajaran dari dosen. Pembagian KHS kamu IP 4 dan
banyak yang lainnya juga sama, aku kecewa tidak bisa seperti mu Teman. Semester
2 dimulai saat itu kita sudah mulai masuk kepelajaran tentang kelapa sawit,
tanaman yang bahkan dari TK hingga SMK aku tidak pernah mendengarnya. Sekali
lagi kamu membuat ku kagum atas kecerdasanmu. Kamu mengerti semuanya dengan
cepat, orang yang kukira tadinya bakal dikalahkan oleh Wilson kini mulai unjuk
Gigi. Kamu sekali lagi menuai prestasi dengan mendapatkan IP 4. Wow.. I a Proud of you and I believe you. Semester
3 sudah mulai banyak presentasi dan kulihat cara bicaramu didepan sudah seperti
salesman sangat lincah dan tepat. Semua orang melihatmu penuh semangat dan
mereka mengakuimu pintar. Aku tidak tau dari dulu aku tidak pernah mengakui
seseorang itu pintar, tapi aku mengakuimu Andi Stevanus. Semester 4 kamu lagi
lagi mendapat ip 4 disitulah aku sangat yakin padamu bahwa sampai akhir
semester kamu pasti jadi yang terbaik.
Dedi pernah cerita bahwa kamu
memiliki masalah keluarga dan hal yang sangat tidak asing lagi yaitu masalah
ekonomi. Aku juga memiliki masalah ekonomi sepertimu dan ku akui itu memang sulit
Andi, bahkan masalahmu mungkin lebih sulit dari ku. Dia bilang kamu mengirim
sebagian uang saku mu untuk keluargamu. Wow.. luar biasa, karena salah satu
impianku bahkan sudah dilakukan oleh mu. Banyak kisah kita lalui, dulu kita
pernah bertengkar hanya karena HP dan salah paham. Aku tau waktu itu Ego dari
kita berdua sedang beradu, sungguh lucu saat memikirkan itu, padahal hanya hal
sepele.
Kamu pernah bertanya padaku
Soulmate dan sahabat apa bedanya. Hahaha.. aku tidak tahu karena aku bukan
orang yang beruntung. Aku tidak bisa membedakan Teman, Sahabat, Soulmate, dsb
nya. Aku hanya tau bahwa itu temanku itu saja. Aku juga sempat
mengkhawatirkanmu saat tau kakimu semakin parah, sehebat apapun kau menutupi
itu. Aku berpikir bagaimana masa depanmu di perusahaan ini jika kakimu tidak
bisa sembuh, semakin berpikir semakin aku kesal terhadapmu. Kenapa tidak dari
awal kamu langsung memeriksa dan mengobatinya, kenapa harus menyimpan semuanya
sendiri. Tapi itulah dirimu dengan sejuta rahasia. Setiap kali aku mengalami
kesulitan di mata kuliah, aku akan menuju kamarmu dan bertanya alhasil kau
selalu menjawabnya dengan tepat dan membuat ku mengerti. cerita hidupmu
membuatku termotivasi untuk melakukan yang terbaik. Aku tidak bisa membayangkan
bagaimana aku akan menghadapi semester V ini tanpa mu disampingku. Aku tidak
tau harus bagaimana dan harus kemana aku mencari pengganti sepertimu. Aku
pernah berpikir untuk tidak terlalu dekat dengan siapapun di angkatan ini
karena aku tidak ingin terluka seperti dulu ditinggalkan oleh semua temanku.
Aku berusaha menyendiri tapi tidak bisa. Setiap 30 menit sebelum kuliah aku
harus bertemu kalian dan setiap kali tugas dan ujian aku akan bersama kalian
terutama kamu andi, semakin dekat aku merasakan ikatan pertemanan kita semakin aku
sadar akan sangat menyakitkan saat berpisah nanti.
Aku belajar banyak darimu,
aku kesal pada diriku sendiri tidak bisa menolong apapun, aku kesal pada diriku
yang hanya bisa memberi saran yang tidak berguna, aku kesal hanya bisa
menghiburmu sedikit, dan yang paling penting aku kesal padamu karena memiliki
sifat yang sama sepertiku yaitu memakai topeng untuk menutupi masalahmu. aku
hanya ingin kau tau bahwa aku tidak bisa berbicara banyak saat kau bilang ,
Saya keluar dari lingkaran keluarga ini. Kumohon berjuanglah selama kamu bisa,
tetap percaya Tuhan Yesus adalah Juru Selamat Mu. Ku mohon dengan segala
kerendahan hati tetaplah kita berkomunikasi, 7 tahun lagi jika aku berhasil
mencapai impian kecil ku maka datanglah menikmati secangkir Coffe, aku lupa bahwa aku
belum pernah mentraktir Mu, jadi dalam 7 tahun ini aku akan berusaha sekuat
tenaga untuk mencapai impian kecilku itu dan mentraktir mu dengan 1 gelas Coffe
di Caffe ku sendiri. Satu hal yang harus kau tau, aku menganggumi mu lebih dari
sekedar teman bahkan mungkin kamu adalah panutan yang berharga bagiku. Aku
belajar banyak dari kehidupan dan cerita mu, bantuan mu selama ini selalu
menolong ku.
Satu
paket darimu teman adalah pertemuan yang ditemani oleh waktu yang singkat dan
diiringi nyanyian kisah, canda tawa, tangis dan diakhiri oleh perpisahan.
By, Libra Okta Sophian
Your friend



Tidak ada komentar:
Posting Komentar